Langsung ke konten utama

Contoh Materi Stand Up Lucu Tentang Cewek itu Ribet


Cewek itu Ribet
Oleh: Bang Oong



Gue nggak bermaksud merendahkan para cewek. Jujur, gue sangat respect sama cewek.
Karena kalo nggak ada cewek, gak bakalan ada Ibu Kota.
Adanya Bapak Kota.
Maaf ... kurang lucu!

Cewek itu makhluk yang ribet. Percaya atau nggak, tapi itu faktanya.
Cewek nih, di mukanya ada jerewat aja, hebohnya minta ampun.
"Aduuuh ... muka aku, muka aku!" teriaknya.
"Mengapa muka lu?" tanya Bapaknya.
"Ada jerawat ... tapi gede."
"Itu bukan jerawat, tapi bisul pea!" sanggah Bapaknya.
Tapi beneran, Jon. Cewek kalo di mukanya numbuh jerawat tuh langsung heboh, panik, kejang-kejang, ambeien, dan sebagainya.
Padahal kan cuma numbuh jerawat. Ngapain panik?
Kalo di mukanya numbuh pohon beringin kali, boleh dah panik.
Karena bakalan serem. Malem-malem ada Kuntilanak meet up di mukanya.

Pas mau berangkat sekolah juga, cewek mah ribet, Jon.
Kalo cowok mau berangkat sekolah, ya simple.
Pake baju seragam, celana, sempaknya di luar. Lima menit juga udah, kelar!
Terus berangkat naik kuda lumping.
Cewek ... beda lagi!
Pake pakaian seragam, rok, nyisir, pake bedak, lipstick, minyak wangi, minyak jelanta, minyak tanah, minyak apapun dipake.
Rapi-rapi berangkat hari Senin, baru kelar hari Kamis.
Lama, Jon!
Belum lagi ngacanya. Harus berulang-ulang sampe yakin udah cemerlang.
Baru deh, berangkat. Nyampe di kelas, ngaca lagi. Kan aneh!

Tapi kalo liat cewek-cewek pelajar zaman sekarang, gue miris loh, Jon.
Gue liatin dan kalian juga pasti ngeliat, sekarang tuh cewek-cewek kalo sekolah dandanannya tebel banget.
Padahal kan yang harus ditebelin itu kecerdasan, bukan dandanan!
Ke sekolah dandan tebel-tebel, menor, ngabisin waktu buat ngaca.
Gue jadi bingung. Itu mau sekolah apa nyinden?
Apa para guru kalo di sekolah juga kalo dandan pada tebel-tebel?
Gue curiga, jangan-jangan yang jadi guru tuh Princess Syahrini. Ancur idup lu, Sist!

Gak cuma cewek sekolahan, yang udah Emak-emak juga ribet.
Emak-emak nih, kalo beli nasi uduk, cerewet banget!
"Kerupuknya dibanyakin, ya," pintanya.
"Sambelnya dibanyakin, ya," pintanya lagi.
"Cacingnya dibanyakin, ya. Buat nambah protein," pintanya cerewet.
Ternyata yang beli nasi uduk tadi, Menteri Kesehatan!

Pas belanja di warung, Emak-emak juga suka nggak sabaran. Pengennya didahulukan mulu.
Misalnya ada orang-orang lagi belanja di Warung Ucok, rame, pada ngantre.
Terus dateng Emak-emak, nerobos.
"Beli apa, Bu?" tanya Ucok.
"Enggak. Saya cuma mau nukerin duit." Ngeselin, udah kayak gak punya dosa.
Emak-emak kayak gitu tuh, enaknya disemprot mesin Fogging! Biar gokil.

Itu di warung biasa. Di minimarket juga kelakuannya sama. Pengen diprioritaskan.
Misalnya dia masuk Alfamerit, orang-orang lagi antre mau bayar di depan kasir.
Dia nyodok, ngedahuluin orang-orang yang dari tadi nunggu giliran.
Pas nyampe kasir, dia cuma nanya, "Indomerit buka gak, ya?" Kan kamvret!

Cewek juga, selalu bikin cowok bingung dalam hal warna.
Karena cewek itu ribet.
"Bagusan beli baju warna merah, ijo, biru, atau yang lain, ya?" tanyanya.
"Merah aja, keliatan cantik," jawab suaminya.
"Merahnya itu ... merah muda, merah maroon, merah hati, merah darah, atau merah kayak itu, tuh!" katanya lagi sambil nunjuk cowok brewokan, antingan, tattoan, tapi make tanktop merah.
"Merah muda aja, manis."
"Oh oke. Aku pake yang kuning aja!" ucapnya.
Suaminya kesurupan macan.
Pas suaminya sadar, nanya warna lagi.
"Kuningnya itu ... kuning kunyit, kuning lemon, apa kuning pisang?" tanya isterinya.
"Kuning taiiiii!" jawab suaminya sambil lari ke Pengadilan Agama.
Gugat cerai!

Bogor, 310318

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi dan Sikap Teladan W.S. Rendra

Biografi Penyair Indonesia W.S. Rendra  Willibrordus Surendra Broto Rendra atau yang lebih terkenal dengan sebutan W.S. Rendra (kabarnya setelah masuknya beliau menjadi muslim inisial W.S. berganti menjadi Wahyu Sulaiman) lahir di Solo, 7 November 1935. Beliau pernah bersekolah di Universitas Gajah Mada dan mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa. W.S. Rendra merupakan salah satu sastrawan sohor di Indonesia. Banyak sekali karya-karyanya bertebaran di media massa bukan hanya puisi, beliau juga sering menulis skenario drama, lagu serta esai mengenai sastra. Karena kecintaannya terhadap sastra juga membuat beliau tertarik untuk mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta. Bengkel Teater yang didirikan pada tahun 1967 itu juga berhasil menciptakan seniman-seniman sohor lainnya. Seniman yang terlahir di sana antara lain Radhar Panca, Adi Kurdi, Sitok Srengenge dan masih banyak lagi. Namun pada bulan Oktober 1985 beliau memindahkan Bengkel Teater di Depok karena alasan tekanan poli...

Struktur Materi Stand-Up Comedy dan Contoh Materinya

Stand-up comedy adalah seni berbicara di depan umum dengan tujuan menghibur audiens melalui lelucon. Di balik penampilan yang terlihat spontan dan mengalir, terdapat struktur materi kuat yang membantu seorang komika (pelaku stand-up comedy) dalam menyampaikan materi mereka secara efektif. Memahami struktur ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin terjun ke dunia stand-up comedy atau sekadar ingin menghargai seni ini dengan lebih mendalam. Berikut adalah struktur materi stand up comedy beserta contohnya yang bisa membantumu membuat materi lucu.  1. Premis (Setup) Premis adalah fondasi dari setiap lelucon dalam stand-up comedy. Ini adalah bagian di mana komika memperkenalkan ide atau topik yang akan dibahas. Premis sering kali berupa observasi atau pandangan pribadi komika tentang suatu hal yang dianggap umum atau relatable oleh audiens.  Contoh Premis: "Jadi, belakangan ini saya merasa teknologi semakin canggih, tapi saya semakin bingung menggunakannya." Pada contoh di at...

Puluhan Puisi Keren Tema Embun

Semurni Embun sepanjang malam, menggesek-nggesek badan, geram gatal mengoyak bekas coblosan nyamuk, hingga membekas ruam semerah delima. Sepertiga malam, tak asing bagi mereka perindu Tuhan, ia bangun seperti alarm yang dinyalakan, seakan Tuhan telah mematok waktu baginya tuk bangun. Di luar lapang, murni baru tetesan embun, semurni hati kekasih, dambaan Tuhan maha kasih. Tunduknya rerumput itu bersama embun-embun suci, menggambarkan mereka yang tunduk pada ilahi, dengan hati yang baru saja ia cuci. - Badiyus ---o0o--- Sajak Senja adalah suatu komunitas literasi yang didirikan oleh  Khairul Fikri . Seiring waktu, Sajak Senja mulai besar. Hingga saat ini membernya telah mencapai lebih dari 300.000 orang. Berikut beberapa media sosial Sajak Senja: Klik tautan di bawah ini! Fanspage Sajak Senja Grup Facebook Grup WA Channel Youtube Silakan klik dan ikuti media sosial di atas, jangan lupa subscribe channelnya. Selanjutnya, kami suguhkan beberapa karya da...